Senator AS perkuat peringatan soal campur tangan di Brasil
Tiga anggota parlemen Demokrat mengirim pesan langsung ke Departemen Luar Negeri AS, meminta pemerintahan Trump menghindari tindakan apa pun yang dapat memengaruhi pemilu presiden Brasil yang dijadwalkan Oktober 2026.
Surat yang disampaikan Senin (28) ditandatangani Jeanne Shaheen, Peter Welch, dan Tim Kaine serta ditujukan kepada Menteri Marco Rubio.
Kekhawatiran atas tekanan eksternal
Para senator khawatir Washington menerapkan langkah diplomatik, ekonomi, dan politik untuk melemahkan institusi Brasil sebelum pemilu. Mereka menyebut penggunaan tarif dan sanksi pada musim panas 2025 sebagai upaya memengaruhi keputusan Mahkamah Agung dalam kasus mantan presiden Jair Bolsonaro.
Poin lain yang disorot adalah penunjukan Darren Beattie ke jabatan yang menangani urusan Brasil, posisi yang dianggap tidak tepat oleh para anggota parlemen.
Pertemuan di Oval Office dan pola regional
Surat tersebut menyebut pertemuan terkini Donald Trump dengan senator Flávio Bolsonaro sebagai tanda keterlibatan politik. Para senator membandingkan sikap saat ini dengan yang diambil AS pada pemilu sebelumnya dan menunjuk pola campur tangan di negara-negara seperti Argentina, Honduras, dan Kolombia.
Pertanyaan kepada menteri
Ketiga anggota parlemen menuntut jawaban jelas:
- Bagaimana Departemen Luar Negeri mengoordinasikan tujuan demokrasi dan hak asasi manusia dengan mitra regional?
- Apakah pemerintah AS berkomitmen menerima hasil pemilu 2026 yang telah disahkan dan menjaga hubungan normal dengan pemenang?
Dokumen tersebut menegaskan bahwa tindakan yang mengguncang kepercayaan terhadap proses pemilu Brasil dapat merusak hubungan bilateral kedua negara.