Presiden Luiz Inácio Lula da Silva melakukan kesalahan saat menyatakan bahwa senator Flávio Bolsonaro turut berkontribusi dalam pemilihan Alexandre de Moraes ke Mahkamah Agung Federal pada 2017.
Pada kenyataannya, Flávio saat itu menjabat sebagai anggota dewan negara bagian di Majelis Legislatif Rio de Janeiro dan bukan anggota Senat Federal, sehingga tidak berpartisipasi dalam sidang yang menyetujui hakim tersebut.
Konteks pernyataan
Dalam pidato terbaru, Lula menyebut nama Flávio untuk mengkritik komposisi STF saat ini. Penyebutan tersebut langsung memicu reaksi dari sekutu mantan presiden Jair Bolsonaro yang menyoroti kesalahan fakta tersebut.
- Flávio Bolsonaro baru menjabat sebagai senator pada 2019
- Penunjukan Moraes terjadi pada 22 Februari 2017
- Senat menyetujui nama tersebut dengan 55 suara berbanding 13
Reaksi politik
Koreksi data ini menegaskan perlunya ketelitian dalam pidato yang menyangkut sejarah terkini lembaga peradilan. Penasihat Lula belum memberikan tanggapan mengenai insiden ini.
Kejadian ini menggambarkan bagaimana ketidaktepatan kronologis kecil dapat dimanfaatkan lawan politik dalam situasi politik yang terpolarisasi.