Rock in Rio 2026 memasuki hari keempat penampilannya pada Senin (7) ini, setelah pembukaan yang bergerak dari metal paling berat hingga pop dan hip-hop. Berlangsung di Parque Olímpico, di kawasan yang disebut Cidade do Rock, acara ini menghadirkan nama-nama seperti Foo Fighters, Sepultura, Avenged Sevenfold, Barão Vermelho, BaianaSystem, dan Black Eyed Peas di atas panggung — sebuah susunan penampil yang mencerminkan misi festival untuk mendekatkan generasi dan gaya musik yang sangat berbeda.
Dari Beratnya Metal hingga Ketukan Hip-Hop
Keberagaman menjadi ciri edisi kali ini. Malam-malamnya bergantian menghadirkan gitar distorsi, refrain stadion, dan irama yang mengajak berdansa, yang membantu menjelaskan suasana berenergi yang dilaporkan penonton yang hadir. Perpaduan ini, menurut ulasan-ulasan pertama yang diterbitkan surat kabar GLOBO, menghasilkan pertunjukan yang intens dan penonton yang antusias dari awal hingga akhir.
Nama-Nama yang Menonjol
Di antara momen paling banyak dibicarakan pada hari-hari pertama, muncul:
- Foo Fighters, membawa rock stadion yang membuat band Amerika itu melegenda;
- Sepultura, mewakili kekuatan metal Brasil dan proyeksinya di kancah internasional;
- Avenged Sevenfold, dengan bobot khas heavy metal California;
- Barão Vermelho, ikon rock nasional dan penghubung dengan berbagai generasi penggemar;
- BaianaSystem, memadukan ritme Bahia, gitar, dan pesan-pesan dengan daya tarik sosial yang kuat;
- Black Eyed Peas, grup Amerika yang menjahit pop dan hip-hop dalam lagu-lagu hits yang dikenal khalayak luas.
Edisi Penuh Kontras
Bersandingnya band-band metal, tokoh-tokoh rock nasional, serta atraksi pop dan hip-hop memperkuat strategi Rock in Rio dalam menyusun lineup yang luas, yang mampu menyenangkan beragam penonton sepanjang beberapa hari program. Pada Senin (7) ini, festival memulai hari keempatnya, melanjutkan maraton pertunjukan yang telah menggerakkan Cidade do Rock.
Apa Kata Ulasan
GLOBO telah mengikuti setiap malam dan menerbitkan ulasan bertanda tangan tentang pertunjukan-pertunjukan utama. Teks-teksnya menganalisis mulai dari penampilan vokal dan repertoar hingga respons penonton dan produksi panggung, berfungsi sebagai panduan bagi mereka yang ingin memahami bagaimana setiap atraksi tampil di hadapan publik.
Bagi yang tidak sempat hadir, resensi-resensi tersebut menjadi catatan tentang apa yang mewarnai edisi ini — dan membantu mengukur keragaman bunyi yang, sekali lagi, menjadi ciri festival ini. Kini harapannya tertuju pada kelanjutan program di hari-hari berikutnya, dengan band dan artis baru yang masih akan naik ke panggung.