Skandal terbesar dalam sepak bola Inggris
Sebuah komisi independen mengumumkan pada Selasa (29 September) keputusan bersejarah terhadap Manchester City. Klub tersebut dinyatakan bersalah karena secara artifisial menggelembungkan pendapatannya lebih dari US$ 1 miliar selama satu dekade, melanggar norma kontrol keuangan Premier League.
Asal-usul investigasi
Kecurigaan dimulai pada 2018 setelah kebocoran email dan dokumen internal. Liga Inggris memulai proses resmi lebih dari tiga tahun lalu. Dari 115 item yang dituduhkan, mayoritas dianggap terbukti.
Periode pelanggaran
Antara 2009 dan 2018, klub menyajikan data keuangan yang terdistorsi. Dalam periode tersebut, Manchester City meraih tiga gelar Premier League dan merekrut bintang seperti Yaya Touré, Sergio Agüero, dan Kevin De Bruyne dengan dukungan investor dari Uni Emirat Arab.
Pelanggaran utama
- Pengiriman informasi keuangan yang tidak akurat
- Penggelembungan pendapatan sponsor dari Abu Dhabi
- Penyembunyian pembayaran sebenarnya
- Penolakan bekerja sama dengan investigasi antara 2018 dan 2023
Aturan bertujuan mencegah pengeluaran berlebihan dan menjamin stabilitas klub.
Reaksi dan konsekuensi
Klub rival sudah menuntut ganti rugi dan mengancam tindakan hukum. Penggemar dan pemain mempertanyakan apakah gelar yang diraih harus dicabut. Klub menghadapi hukuman berat seperti pengurangan poin atau bahkan dikeluarkan dari liga.
Manchester City membantah semua tuduhan dan mengumumkan akan mengajukan banding hingga 2 Oktober.