Keputusan Menteri
Menteri André Mendonça dari Mahkamah Agung Federal (STF) memutuskan untuk memulihkan sebuah postingan anggota DPR Erika Hilton (PSOL) yang mengkritik rancangan undang-undang lama. Konten tersebut telah dihapus bersama postingan lain setelah permintaan kampanye Flávio Bolsonaro.
Dalam analisis baru, Mendonça menekankan bahwa teks anggota parlemen tersebut tidak mengulang inti yang dianggap tidak benar pada postingan lain.
Isi Postingan
Hilton mengkritik rancangan undang-undang tahun 2007 yang sudah diarsipkan pada 2008. RUU tersebut mengusulkan mengakui Nossa Senhora Aparecida sebagai pelindung "orang Brasil Katolik Roma apostolik" alih-alih pelindung Brasil.
Anggota DPR memperingatkan risiko gagasan itu muncul kembali dalam perdebatan publik, terutama oleh Flávio Bolsonaro atau sekutunya jika ia mencalonkan diri sebagai presiden.
Perbedaan dengan Postingan Lain
Berbeda dengan postingan yang dihapus, teks Hilton merujuk pada RUU nyata yang pernah dibahas di Kongres Nasional. Hal ini menjadi alasan pengadilan mengizinkannya secara individual.
Konteks Kontroversi
Kontroversi muncul dari postingan yang mengaitkan Flávio Bolsonaro dan kelompok kanan dengan upaya menghapus gelar pelindung Brasil dari Nossa Senhora Aparecida. Senator tersebut membantah adanya inisiatif semacam itu.
Dalam keputusan sebelumnya, Mendonça memerintahkan penghapusan konten tanpa dasar fakta. Menteri lain seperti Luiz Fux dan Flávio Dino mendukung agar masalah ini dibawa ke sidang pleno STF, namun belum ada tanggal sidang yang ditetapkan.
- Fakta relevan: RUU asli berasal dari tahun 2007 dan segera diarsipkan.
- Posisi menteri: Hanya konten yang menyebarkan narasi palsu yang tetap diblokir.